Kumpulan Cerita berhikmah

Kisah wanita cantik yang sabar diberi cobaan dan tidak mengeluh.

Assalam wr wb . .

SELAMAT DATANG dan jumpa lagi dengan bangfai

Langsung saja baca . .

Sabar atau mengeluh ??

Apa perbedaan sabar dan mengeluh ??

Kenapa harus mengeluh ??

’’Mengeluh itu termasuk kebiasaan jahiliah, dan orang yang mengeluh, jika ia mati sebelum tobat, maka Allah akan memotongnya bagai pakaian dari uap api neraka. ” -HR Imam Majah

KISAH SEORANG WANITA YANG DI UJI BERAT DAN TIDAK MENGELUH

Pada suatu hari, Abul Hassan pergi ke Baitul Haram. Ketika tawaf, tiba-tiba dia melihat seorang perempuan cantik yang wajahnya begitu bersinar dan berseri.

’’Demi Allah, aku belum pernah melihat perempuan secantik itu dan wajahnya selalu terlihat gembira. Apa- kah perempuan itu
tidak pernah bersusah dan bersedih hati?” kata Abul Hassan.

Perempuan itu mendengar apa yang diucapkan Abul Hassan,

lalu dia bertanya.
”Apa yang kaukatakan, Saudaraku?” tanya perempuan itu. ’’Demi Allah, aku selalu terbelenggu oleh perasaan sedih dan duka dikarenakan risau. Tidak ada seorang pun yang mau
peduli dengan apa yang kurasakan ini.”

’’Persoalan apa yang membuatmu risau?” tanya Abul Hassan.

”Aku memiliki dua orang anak yang sudah dapat bermain sendiri dan satu anak lagi yang masih kususui. Suatu hari suamiku sedang menyembelih kambing kurban. Ketika aku bangun untuk membuat makanan, tiba-tiba anak pertamaku berkata kepada adiknya, ’Hai adikku, maukah aku tunjukkan kepadamu bagaimana ayah menyembelih kambing?’ ’Ya, aku mau,’ jawab adiknya. Sang kakak lalu menyuruh adiknya berbaring dan
kemudian menyembelih leher adiknya.” Perempuan itu bercerita.

”Lalu apa yang terjadi?” Abul Hassan penasaran.

’’Sang kakak ketakutan melihat darah yang keluar dari leher adiknya. Ia kemudian lari ke atas bukit. Nahas baginya karena dia dimangsa oleh buaya. Ayahnya kemudian mencari anaknya hingga ia pun mati kehausan dan ketika aku letakkan bayiku untuk mencari suamiku, tiba-tiba bayiku merangkak menuju periuk
yang berisi air panas. Ditariknya periuk itu dan tumpahlah air panas menyiram tubuhnya hingga melepuh seluruh kulit badannya. Kejadian itu terdengar oleh anakku yang telah menikah dan tinggal di daerah lain. Ia pun jatuh dan pingsan hingga menemui ajalnya. Kini, aku tinggal sebatang kara.”

Abul Hassan tertegun mendengar cerita si perempuan cantik itu.

’’Bagaimana kau bisa sabar menghadapi semua musibah hebat itu?” tanyanya kemudian.

”Tak seorang pun dapat membedakan antara sabar dan mengeluh, melainkan ia menemukan di antara keduanya dan menemukan jalan yang berbeda. Adapun sabar dengan memperbaikinya, maka hal itu baik dan terpuji akibatnya. Adapun mengeluh, maka ia tidak mendapat ganti atau sia-sia belaka,” jawab perempuan itu. “Kesabaran harus dimiliki setiap orang ketika menerima musibah dan cobaan dari Allah karena Allah akan mengganti kesabarannya di dunia dengan-Nya menjadi kekasih-Nya dan ketika di akhirat akan Menggantinya dengan surga.”

Itulah posting kali ini tentang SABAR & MENGELUH
Semoga dapat membantu Anda untuk tidak mengeluh . .

Thanks . . !!

Baca juga AL-QUR’AN MENJAWAB : JANGAN MENGELUH dan JANGAN GELISAH !!

Posted by: bangfai

Wassalam wr wb . . .

Categories: Artikel Islami, Kumpulan Cerita berhikmah, Renungan | Tags: , , , , | 1 Komentar

Kisah seorang pemburu dan sekelompok burung

Assalam wr wb..
Kisah sekelompok
burung dan
seorang pemburu


Sabda Rasulullah saw tersebut adalah: “Tidaklah terdapat tiga orang dalam satu kampung atau satu pedalaman, dan mereka tidak melaksanakan shalat berjamaah, kecuali syetan menguasai mereka. Maka hendaklah kalian berjamaah, karena sesungguhnya seekor serigala akan memakan domba yang terpisah dari kelompoknya.” (Hr.Ahmad, Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban & Hakim-at Targhib)

Mari simak ceritanya dengan seksama !

Pada suatu hari, seorang pemburu memasang jaring perangkap untuk menjerat burung yang akan ditangkapnya.
Jaring yang dipenuhi biji-bijian makanan burung tersebut diletakkannya di tepi sebuah sungai. Sementara ia bersembunyi di balik pohon, menanti mangsanya.
Tak lama kemudian, datang sekelompok burung dan mulai mematuki biji-bijian tersebut.
Si pemburu segera bereaksi hendak
menangkap mangsanya.
Namun begitu melihat si pemburu datang, burung-burung tersebut segera terbang bersamaan, membawa serta jaring perangkap milik si pemburu.
Tentu saja si pemburu sangat terkejut atas prilaku burung-burung yang kelihatan bersatu, kompak bekerja sama membawa jaring penuh biji-bijian tersebut.

Didorong rasa penasarannya, maka iapun memutuskan untuk mengejar burung-burung tersebut.. Di tengah jalan ia bersua dengan seseorang.
“ Hai pemburu, mengapa kamu begitu tergesa-gesa ? Ada apakah gerangan ? », tanyanya heran. Sambil menunjuk ke arah burung-burung yang sedang terbang di udara, si pemburu menjawab bahwa ia akan menangkap burung-burung tersebut.
Laki-laki tersebut langsung tersenyum geli :
“” Allah menyertaimu !
Namun yakinkah kamu bisa menangkap mereka ? »
« Kalau saja ada seekor burung yang tertinggal di jaringku, tentu aku tidak akan bersusah payah mengejar mereka.
Tapi, ini,
lihatlah .. mereka terbang bersama membawa jaring itu ! », jawab si pemburu sambil terus berlari mengejar burung-burung tersebut.

Malam pun tiba.!
Burung-burung tersebut tampak kelelahan dan masing-masing ingin kembali ke sarangnya.
Ada yang ingin membawa jaring si pemburu ke arah hutan.
Ada yang ingin ke arah danau.
Sebagian lain ingin membawanya ke arah gunung.
Yang lain lagi ingin ke arah semak-semak.
Terjadi tarik menarik diantara mereka.
Akhirnya jaring tersebutpun robek dan burung- burung tersebut berjatuhan, terjerat di dalamnya.

Si pemburu yang dari tadi bersembunyi dan memperhatikan tingkah laku merekapun segera memanfaatkan kesempatan emas tersebut.
Ia cepat berlari dan menangkap burung-burung itu.
Oh betapa malangnya nasib burung-burung itu. Kalau saja mereka mengetahui sabda Rasulullah saw berikut, tentu mereka akan selalu terbang bersama menuju satu tujuan. Hingga tidak akan tertangkap si pemburu yang mengintainya itu.
Sabda Rasulullah saw tersebut adalah: “Tidaklah terdapat tiga orang dalam satu kampung atau satu pedalaman, dan mereka tidak melaksanakan shalat berjamaah, kecuali syetan menguasai mereka. Maka hendaklah kalian berjamaah, karena sesungguhnya seekor serigala akan memakan domba yang terpisah dari kelompoknya.” (Hr.Ahmad, Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban & Hakim-at Targhib). .

Nah itulah tentang Kisah sekelompok
burung dan
seorang pemburu
yang mudah-mudahan dapat memotivasi kita.

BERSATU KITA TEGUH BERCERAI KITA RUNTUH DAN BANGUN LAGI

Begitu pula kita selaku sama-sama pengguna wordpress harus bersatu, agar terjalin rasa persahabatan antara master dan newbie seperti saya ini.
Jangan saling menghina antara satu sama lain
Oke tak perlu panjang lebar, semoga artikel atau posting ini dapat memotivasi sobat untuk terus bersatu.

Kurang lebihnya mohon maaf dan ahir kata
Wassalam wr wb . .

Categories: Kumpulan Cerita berhikmah | 1 Komentar
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 465 pengikut lainnya.